Jumat, 07 Oktober 2011, Luk 11:15-26
Realita: Ibu
crewet itu menyesal dan minta maaf telah memfitnahnya. Dengan bijak dan sabar
pastor itu memberikan bantal kapuk di kursinya dan memintanya pergi ke jendela
loteng, lalu merobek bantal itu dan menghamburkan ke udara semua kapuk
kapasnya. Untuk menebus kesalahannya ibu itupun melakukan semuanya, lalu
kembali kepada pastor. Kemudian pastor meminta agar semua kapuk kapas yang
telah diterbangkan angin itu dikumpulkan dan dimasukkan lagi ke sarung bantal
itu. “Itu tak mungkin, Pastor”, protes ibu itu. “Seperti itulah fitnah yang
telah kamu lakukan”, jawab pastor.
Teks Kitab Suci: 15 Tetapi ada di antara mereka
yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.” 16
Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. 17
Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang
terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti
runtuh. 18 Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya
sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku
mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. 19 Jadi jika Aku mengusir
setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu
mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. 20
Tetapi jika Aku mengusir setan dengan Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah
sudah datang kepadamu. 21 Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap
bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. 22
Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya,
maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan
membagi-bagikan rampasannya. 23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan
Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.” 24
“Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang
tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku
akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. 25 Maka pergilah
ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. 26 Lalu
ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka
masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari
pada keadaannya semula.”
Refleksi Biblis: Musuh-musuh Yesus telah menemui jalan buntu untuk melawan-Nya, maka
mereka memfitnah-Nya: “Ia mengusir
setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan”. Namun dengan piawainya
Yesus menangkis tuduhan itu: “Setiap
kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa… Jika Iblis itu juga terbagi-bagi dan
melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya akan bertahan?”.
Artinya, jika dalam sebuah kerajaan terjadi perang saudara, cepat atau lambat
kerajaan itu akan hancur; jika penghulu setan mengusir dan membinasakan
setan-setan kerabatnya, berakhir sudah kerajaannya sendiri; jika Yesus
bersekutu dan membuat penghulu setan itu mau mengusir anak buahnya sendiri,
maka benteng setan telah dipecahkan, kekuatan terakhir dari setan telah
dikuasai oleh Yesus dan itu berarti Kerajaan Allah sudah datang. Karena itu
Yesus menuntut sikap tegas: “Siapa
tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia
menceraiberaikan”. Mengikuti Yesus tidak bisa netral-netral saja, sebab
yang tidak membantu kebaikan dengan sendirinya membantu kejahatan. Apalagi
setan yang telah diusir dan meninggalkan diri kita akan mencari-cari saat yang
tepat untuk masuk kembali. Bahkan ia akan datang membawa tujuh roh jahat lain
yang lebih jahat darinya. Angka tujuh lambang kepenuhan. Tujuh roh jahat
berarti banyak roh atau kelompok roh jahat yang penuh dengan kejahatan. Karena
itu orang harus menerima Yesus dengan sepenuh hati sehingga tak ada lagi tempat
kosong buat roh jahat.
Rekonsiliasi:
Tidak jarang kita mengejar prestasi dan prestise dengan berbuat jahat dan
memfitnah sesama. Pada hal karena merekalah kita mendapatkan kemujuran itu.
Mengapa? Apa mau kita sekarang?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar