Rabu, 19 Oktober 2011

Fitnah


Jumat, 07 Oktober 2011, Luk 11:15-26

Realita: Ibu crewet itu menyesal dan minta maaf telah memfitnahnya. Dengan bijak dan sabar pastor itu memberikan bantal kapuk di kursinya dan memintanya pergi ke jendela loteng, lalu merobek bantal itu dan menghamburkan ke udara semua kapuk kapasnya. Untuk menebus kesalahannya ibu itupun melakukan semuanya, lalu kembali kepada pastor. Kemudian pastor meminta agar semua kapuk kapas yang telah diterbangkan angin itu dikumpulkan dan dimasukkan lagi ke sarung bantal itu. “Itu tak mungkin, Pastor”, protes ibu itu. “Seperti itulah fitnah yang telah kamu lakukan”, jawab pastor. 


Teks Kitab Suci: 15 Tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.” 16 Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. 17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. 18 Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. 19 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. 20 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. 21 Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. 22 Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. 23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.” 24 “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. 25 Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. 26 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula.”


Refleksi Biblis: Musuh-musuh Yesus telah menemui jalan buntu untuk melawan-Nya, maka mereka memfitnah-Nya: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan”. Namun dengan piawainya Yesus menangkis tuduhan itu: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa… Jika Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya akan bertahan?”. Artinya, jika dalam sebuah kerajaan terjadi perang saudara, cepat atau lambat kerajaan itu akan hancur; jika penghulu setan mengusir dan membinasakan setan-setan kerabatnya, berakhir sudah kerajaannya sendiri; jika Yesus bersekutu dan membuat penghulu setan itu mau mengusir anak buahnya sendiri, maka benteng setan telah dipecahkan, kekuatan terakhir dari setan telah dikuasai oleh Yesus dan itu berarti Kerajaan Allah sudah datang. Karena itu Yesus menuntut sikap tegas: “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia menceraiberaikan”. Mengikuti Yesus tidak bisa netral-netral saja, sebab yang tidak membantu kebaikan dengan sendirinya membantu kejahatan. Apalagi setan yang telah diusir dan meninggalkan diri kita akan mencari-cari saat yang tepat untuk masuk kembali. Bahkan ia akan datang membawa tujuh roh jahat lain yang lebih jahat darinya. Angka tujuh lambang kepenuhan. Tujuh roh jahat berarti banyak roh atau kelompok roh jahat yang penuh dengan kejahatan. Karena itu orang harus menerima Yesus dengan sepenuh hati sehingga tak ada lagi tempat kosong buat roh jahat.


Rekonsiliasi: Tidak jarang kita mengejar prestasi dan prestise dengan berbuat jahat dan memfitnah sesama. Pada hal karena merekalah kita mendapatkan kemujuran itu. Mengapa? Apa mau kita sekarang?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar