Rabu, 05 Oktober 2011, Luk 11:1-4
Realita: Doa permohonan atau doa syukur yang
seharusnya lebih banyak kita lakukan? Pasti doa syukurlah. Tetapi faktanya apa
yang banyak kita doakan? Permohonan kan?
Teks Kitab Suci: 1 Pada suatu kali
Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah
seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama
seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” 2 Jawab Yesus
kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu;
datanglah Kerajaan-Mu. 3 Berikanlah kami setiap hari makanan kami
yang secukupnya 4 dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun
mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami
ke dalam pencobaan.”
Refleksi Biblis: Yesus mengajarkan doa yang lebih dahulu mengedepankan
kehendak Bapa, baru dilanjutkan permohonan kita. Dengan berdoa “dikuduskanlah
nama-Mu dan datanglah kerajaan-Mu”, kita mohon agar Bapa menyatakan
kebaikan-Nya dan kemahakuasaan-Nya berdaya guna di dunia ini. Pengudusan nama Allah dan penegakan kerajaan-Nya itu
harus menjadi fokus hidup kita. Doa kita tidak boleh membelokkan kehendak Allah
agar sesuai keinginan kita, tetapi menyelaraskan kemauan kita dengan
kehendak-Nya. Dengan itu permohonan kita akan kebutuhan pokok sehari-hari
menjadi pas. Permohonan itu menyangkut tiga kebutuhan dasar manusia dalam tiga periode
waktu kehidupan. Permohonan pertama berkenaan dengan masa sekarang tentang
makanan yang menjadi kebutuhan pokok untuk mempertahankan hidup. Permohonan
kedua bersangkutan dengan masa lalu tentang pengampunan atas
kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan. Permohonan ketiga berkaitan dengan
masa depan tentang perlindungan dari pencobaan yang siap menghadang perjalanan
hidup kita. Dengan ketiga permohonan itu kita diajar untuk menaruh seluruh
kebutuhan pokok dan seluruh periode waktu hidup kita di hadapan Allah Bapa,
Allah Putera dan Allah Roh Kudus. Sebab permohonan tentang makanan untuk
mempertahankan hidup mengarahkan kita pada Allah Bapa, Pencipta dan Pemelihara
alam semesta dan segala makhluk. Permohonan tentang pengampunan mengarahkan
kita pada Allah Putera, Juruselamat dan Penebus dosa kita. Permohonan
perlindungan dari pencobaan mengarahkan kita pada Allah Roh Kudus, Penghibur,
Penguat, Penerang dan Pembimbing.
Rekonsiliasi: Tidak jarang kita berdoa memaksakan keinginan
pribadi kita. Pada hal seharusnya menyelaraskan kemauan kita dengan kehendak
Allah. Mengapa? Apa mau kita sekarang?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar